Jumlah Seserahan Harus Ganjil, Benarkah ?

Kamu pernah denger statement ini?

               “Yang namanya seserahan itu jumlahnya harus ganjil”

Biasanya calon pengantin akan denger hal ini dari orang tua mereka, tapi pas ditanya kenapa orangnya hanya bilang “adatnya sudah begitu”

Memang jawabannya ga salah, tapi tidak memberikan pencerahan juga, hehe.

Karena itu pada artikel kali ini mumtaza wedding akan memberikan opini soal mitos yang satu ini, semoga bisa menjadi referensi jawaban untuk para calon pengantin baru.

Tapi sebelumnya kita perjelas dulu, apa yang dimaksud “seserahan berjumlah ganjil” di sini?

Menurut mumtaza wedding, yang dimaksud “seserahan harus ganjil” bukan berarti jenis barangnya yang ganjil, tapi lebih ke jumlah kotak seserahannya yang ganjil.

Kotak seserahan (biasa disebut juga kotak hantaran) adalah sebutan yang biasa digunakan untuk tempat yang berfungsi untuk meletakan seserahan.

Biasanya, banyak tidaknya seserahan dilihat dari banyak dan besarnya kotak seserahan.

Jadi yang dimaksud dalam mitos “harus ganjil” menurut mumtaza wedding adalah kotak seserahan

Jumlah kotak seserahan sendiri sangat berpengaruh pada jenis seserahan yang akan diberikan.

Semakin banyak kotak yang akan dipakai, semakin banyak jenis seserahan yang bisa diberikan

Terkhusus orang Indonesia, kotak seserahan berjumlah ganjil dipercaya menunjukan hoki/ keberuntungan.

Menurut kepercayaan sih karena angka ganjil dianggap sebagai angka yang tidak bisa dibagi dua, jadi diharapkan kedua calon pengantin tidak akan terpisah sampai ajal menjemput.

Jadi jumlah kotak seserahan umumnya berjumlah 7, 9, atau 11.

Tapi bukan berarti mumtaza wedding membatasi kamu untuk memilih jumlah kotak seserahan ganjil ya, ini hanya sekedar informasi, hehe.

Kotak seserahan ini biasanya dihias sedemikian rupa supaya terlihat cantik saat diserahkan dari pengantin pria ke pengantin wanita.

Sekian artikel mumtaza wedding tentang kenapa kotak hantaran harus ganjil, sampai jumpa di artikel selanjutnya.